Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-48 UPN Veteran Jakarta Jamintel Tekankan Peran Vital Intelijen Kejaksaan dalam Bingkai Bela Negara

Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-48 UPN Veteran Jakarta Jamintel Tekankan Peran Vital Intelijen Kejaksaan dalam Bingkai Bela Negara

PUSAT PENERANGAN HUKUM KEJAKSAAN AGUNG

Jl. Sultan Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

 

SIARAN PERS

Nomor: PR – 954/039/K.3/Kph.3/11/2025

 

 

Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-48 UPN Veteran Jakarta,

Jamintel Tekankan Peran Vital Intelijen Kejaksaan

dalam Bingkai Bela Negara

 

Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., menyampaikan orasi ilmiah berjudul"Peran Intelijen Kejaksaan Republik Indonesia Dalam BingkaiBela Negara" pada Dies Natalis ke-48 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jakarta yang dihelat pada Jumat 28 November 2025 di Jakarta. 

Mengawali orasinya, Jamintel mengucapkan selamat atasseluruh pencapaian yang telah diperoleh UPN Veteran Jakarta dalam kurun 48 tahun ke belakang. Jamintel juga mengungkapkan bahwa UPN dilandasi nilai-nilai patriot para veteran kemerdekaan sehingga didirikan sebagai bentuksumbangsih para ‘Veteran’ untuk pendidikan di Indonesia.

Adapun orasi ilmiah Jamintel ini menyoroti tentang pergeseranancaman nasional dan peran strategis Intelijen Kejaksaan dalammendukung pembangunan nasional dan penegakan hukum yang adaptif.

Dalam orasinya, Jamintel menekankan bahwa tantangankebangsaan saat ini bergeser, terutama dengan pesatnyaperkembangan teknologi dan globalisasi. Teknologi, khususnyaArtificial Intelligence (AI) teridentifikasi sebagai pisau bermatadua, yang di satu sisi meningkatkan produktivitas, namun di sisilain berpotensi menjadi alat kejahatan seperti Tindak Pidana Kecerdasan Buatan (TP-KB) dan penyalahgunaan Deepfake.

"Bela negara di era modern tidak hanya mengandalkan kekuatanalutsista, tetapi juga memerlukan ketahanan ideologi, ketahanansosial, dan ketahanan hukum Intelijen Kejaksaan berperansebagai bagian dari strategi pertahanan non-militer denganmenjalankan fungsi early warning dan early detection terhadappotensi gangguan kepentingan pemerintah dan masyarakat," ujarJamintel.

Selanjutnya, Jamintel memaparkan bahwa bidang IntelijenKejaksaan menjalankan fungsi penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan secara simultan untuk melindungi program pembangunan dari penyimpangan, korupsi, sabotase, dan gangguan kepentingan tertentu. Pendekatan ini selaras denganparadigma preventive law enforcement, yang menekankanpencegahan tindak pidana.

Beberapa program unggulan Intelijen Kejaksaan dalammendukung implementasi Asta Cita Presiden dan kesejahteraanmasyarakat meliputi:

• Jaksa Garda Desa (Jaga Desa)

Program pengawasan dan pendampingan pengelolaan dana desa untuk memastikan transparansi dan efektivitas, didukung oleh aplikasi digital "Real Time Monitoring Village Management Funding".

• Jaksa Mandiri Pangan

Program yang bertujuan memperkuat ketahanan pangannasional dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

• Pengamanan Pembangunan Strategis

Komitmen mengawal program strategis pemerintah, sepertiRevitalisasi Satuan Pendidikan, untuk mencegah pungutanliar (pungli) atau penyimpangan lainnya.

• Jaksa Masuk Sekolah

Inisiatif untuk menanamkan pemahaman hukum sejak dinikepada pelajar.

• Sinergitas Lembaga Lain

Jamintel menekankan bahwa kompleksitas tantangan hukumdewasa ini menuntut hadirnya sumber daya manusia yang berpengetahuan, profesional, dan berkarakter.

"Sinergi antara pendidikan tinggi dan Intelijen Kejaksaanmenjadi sangat krusial," tegas Jamintel. Perguruan tinggimemiliki peran sebagai pusat riset, inovasi, dan pembentukankarakter kebangsaan (agen soft defense) yang melahirkanlulusan dengan kesadaran bela negara dan budaya hukum yang sehat. Intelijen Kejaksaan, sebagai mitra strategis, berkontribusimelalui pembinaan hukum, mitigasi potensi ancaman di lingkungan pendidikan, dan kerja sama riset, yang pada akhirnyamemperkuat digital intelligence ecosystem bagi penegakanhukum modern.

Jamintel menutup orasinya mengajak seluruh pihak memperkuatkomitmen kolektif untuk membangun Indonesia melalui sinergiantara dunia pendidikan dan institusi penegak hukum demi masa depan yang berdaulat.

.

 

Jakarta, 28 November 2025

KEPALA PUSAT PENERANGAN HUKUM

 

 

ANANG SUPRIATNA, S.H., M.H.

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi

Tri Sutrisno S.H., M.H. / Kabid Media dan Kehumasan 

Hp. 081347660115

Email: [email protected]

 

Bagikan tautan ini

Mendengarkan

Hubungi Kami